Arti Penting Syahadat

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ali Yusuf menjelaskan poin-poin pentingnya mengucap dua kalimat syahadat. Pertama, pintu masuk ke dalam Islam (QS. Al-A’raf: 172). Jika ada orang yang terpanggil hatinya untuk memeluk agama Islam, terlebih dahulu ia dituntun untuk mengucapkan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

“Agama mana pun sekali pun dia memiliki nilai-nilai kebaikan, kalau dia tidak mengucap syahadatain, dalam keyakinan kita, maka kebaikannya tidak diterima Allah. Ini menurut keyakinan kaca mata kita umat Islam,” terang Ali dalam kajian yang diselenggarakan IMM Kota Surabaya pada Ahad (29/08).

Kedua, intisari ajaran Islam (QS. Al Anbiya: 25). Islam menempatkan persaksian dengan dua kalimah syahadat sebagai rukun pertama. Sebab memiliki konsekuensi bahwa seseorang menjadi Muslim dan harus patuh terhadap hukum-hukum Islam. Artinya, ia harus menegaskan eksistensi Allah sebagai satu-satunya Tuhan, dan menjadi pengikut Nabi Muhamad SAW yang telah membawa agama Islam ke dunia ini.

Ketiga, konsep dasar reformasi total (QS. Ar Ra’d: 11). Ali menerangkan bahwa Allah tidak akan mengubah nikmat atau bencana, kemuliaan atau kerendahan, kedudukan atau kehinaan kecuali jika orang-orang itu mau mengubah perasaan, perbuatan, dan kenyataan hidup mereka.

“Dalam QS. Ar Ra’d ayat 11 diterangkan bahwa Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Maka dua kalimah syahadat ini dasar dari reformasi total,” terang alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah ini.

Keempat, hakikat dakwah para Rasul (QS. An-Nahl: 36). Dari Nabi dan Rasul yang pertama hingga yang terakhir, inti seruan mereka adalah mengajak manusia untuk mempersembahkan ibadah kepada Allah semata. Bahkan dalam beberapa kasus, para Rasul melakukan revolusi dalam melawan tiran yang menganggu manusia untuk taat kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Hikmah Al-Qur’an diturunkan secara Bertahap

“Tauhid merupakan hakikat dakwah para Nabi dan Rasul. Semuanya mengajarkan untuk tidak menyekutukan Allah dan menyembah hanya kepada Allah. Mereka, para Nabi dan Rasul, mengajak manusia untuk menjauhi perbuatan thagut,” tutur Ali.

Kelima, keutamaan yang besar (HR. Ibnu Majah). Berdasarkan hadis yang diriwayatkan Ibn Majah, mengucap kalimat tahlil “laa ilaaha illallah” akan menjamin kebebasan seseorang dari api neraka, dengan syarat dihayati sepenuh hati dan disertai melakukan berbagai amalan yang dianjurkan dalam agama sehingga tercapai pribadi musim yang sempurna.

sumber :  https://muhammadiyah.or.id